Asal hati senang, belajar jadi gampang
Asal hati senang, belajar jadi gampang…
Membuat diri sendiri dalam suasana riang akan sangat membantu manakala kita ingin belajar sesuatu. Mengapa? Karena perasaan riang akan membuat hati ini terasa ringan, tidak ada beban sehingga diri sendiri dalam keadaan yang segar.
Oleh sebab itu bila ingin belajar, buatlah suasana riang dulu. Tanggalkan sejenak keruwetan-keruwetan yang lain. Hibur hati dan bersukacita.
Digital Marketing

A. Apakah Digital Marketing itu?
B. Bagaimana membuat situs web yang efektif?
- Daftarkan situs Anda
- Buat disain situs yang efektif
- Giatkan e-commerce
- Giring pengunjung ke situs Anda
C. Bagaimana saya menjalankan digital marketing?
D. Tayangan iklan secara Online
Dapatkan e-book “Digital Marketing” GRATIS disini!!!
Tugas Video Iklan–IBM Practice
Mangkok Mas (M2) Restoran
Doublelicious
Paulus Science Course
Implementing OrangeHRM Human Resource Information System
Implementing OrangeHRM Human Resource Information System
Titus Permadi Setiawan
International Business Management (IBM),
Universitas Ciputra (UC) Surabaya, Indonesia
Abstract
Human resources management is one of important function in organizational management. As the company grow, the need of human resource information system (HRIS) in the company is increased. The implementation of HRIS in a company, can help the organization to increase productivity, reduce waste in non-value added process and increase the communication quality between management and employees. Other benefit of using HRIS are to reduce the number of HR staff for maintain employees information and to reduce the HR staff in the branch office because this system can be accessed through the Internet. This study will examine OrangeHRM HRIS as an open source software to help organization manage their human resource better.
Key words: Human resource information system, management, open source, human resource
Introduction
By definition, Human Resource Management (HRM) is the utilization of individuals to achieve organizational objectives (Mondy, 2008:4).
De Cenzo and Robbins (1996:
defined HRM as the part of the organization that is concerned with the people dimension, and it is normally a staff or support function in the organization. HRM role is the provision of assistance in HRM issues to line employees, or those directly involved in producing the organization’s goods and services. Acquiring people’s services, developing their skills, motivating them to high levels of performance, and ensuring their continuing maintenance and commitment to the organization are essential to achieving organizational goals. HRM specific approach consisting of four functions – staffing, training and development, motivation, and maintenance.
Another perspective of HRM comes from Bratton and Gold (2003: 7) that define HRM as the strategic approach to managing employment relations which emphasizes that leveraging people’s capabilities is critical to achieving sustainable competitive advantage. This is achieved through a distinctive set of integrated employment policies, programs and practices. The HRM functions are planning, recruitment and selection, appraisal and performance management, reward management, development, employee relations, health and safety, and union-management relations.
Torrington et al., (2005: 5) identified the role of the human resource functions with the key objectives. These four objectives are the corner stone of all HR activities. These include Staffing, Performance, Change-management and Administration.
Armstrong M., (2006: 3) define human resource management is defined as a strategic and coherent approach to the management of an organization’s most valued assets – the people working there who individually and collectively contribute to the achievement of its objectives.
From the above perspectives, HRM is a administrative, operational, and strategic activities to conduct people to give performance toward organization objectives. In the information age, this process can be support by technology as we called it ”HRIS”.
In the competitive era, cost and time contraints become major consideration by which management making decision to implement HRIS in the company. A HRIS is expected to integrate HR functions and to coordinate all departments in the organisation. HRIS must be able to make the HR process becomes efficient. Realtime and updated database information are crucial. Effective management control is another requirement of ideal HRIS. Cost reduction to gain competitiveness also important aspect of HRIS.
This study will examine the recent study about HRM and HRIS, and then proposed ”5 Functions of HRIS Model” and propose OrangeHRM Open Source HRIS as an application to realize this model in the daily practice of technoloy-based HR Management.
Paper ini dipresentasikan dalam forum
The 3rd Indonesia International Conference On Innovation, Entrepreneurship, & Small Business, SBM-ITB – Bandung
Penerapan Sistem Manajemen KontenWordPress dan Sistem Jejaring Sosial Mingle Untuk Membangun Komunitas Online
Titus Permadi Setiawan
International Business Management, Universitas Ciputra, Surabaya 60219
E-mail : tpermadi@ciputra.ac.id
ABSTRAK
Dalam konsep New Wave Marketing yang dipaparkan oleh Hermawan Kartajaya, internet merupakan sarana pemasaran low budget, high impact. Untuk melakukan pemasaran di internet diperlukan sebuah sistem manajemen konten dan sistem jejaring sosial. Penelitian ini menguraikan tentang sistem manajemen konten WordPress dan sistem jejaring sosial Mingle. WordPress merupakan sistem manajemen konten yang paling banyak digunakan di dunia, sementara Mingle merupakan sistem jejaring sosial baru yang cukup solid untuk bersaing dengan Facebook dan Twitter. Kedua sistem ini merupakan software open source yang didistribusikan dibawah lisensi GPL (General Public License) yang memberikan kebebasan bagi orang untuk menggunakan, mengubah dan menggandakannya. Studi ini mengkaji penerapan WordPress dan Mingle dan berbagai fitur yang dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi proses pemasaran dan komunikasi dari perusahaan kepada komunitasnya. Berdasarkan kajian atas fungsi dan fitur yang telah tersedia, WordPress dan Mingle merupakan kombinasi sistem manajemen konten dan sistem jejaring sosial yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk menerapkan pemasaran dalam era New Wave Marketing, dimana konektifitas dan pengelolaan komunitas merupakan faktor kunci keberhasilan bisnis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi bagi perusahaan dalam meningkatkan performa bisnisnya dalam abad teknologi informasi yang sedang berlangsung dan berkembang pesat ini dan terbangunnya komunitas sosial yang menunjang bisnis perusahaan.
Kata kunci : New Wave Marketing, WordPress, Mingle, Social Network
1. Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
Kemajuan teknologi informasi, komputer, komunikasi serta internet, telah mengubah dunia menjadi dunia digital. Hal-hal yang mendorong pesatnya kemajuan ini antara lain adalah maraknya berbagai alat komunikasi bergerak seperti handphone, smartphone, iPad, BlackBerry yang laku keras di Indonesia. Di sisi lain penyediaan sarana komunikasi 3G dari para penyedia layanan komunikasi menjadikan akses internet dapat dilakukan oleh pemilik mobile device dengan harga terjangkau. Chatting, browsing, email, Twitter, dan Facebook telah menjadi kegiatan sehari-hari berbagai lapisan masyarakat di Indonesia. Dalam bukunya yang berjudul New Wave Marketing, Hermawan Kartajaya mengetengahkan suatu kondisi baru dimana era pemasaran legacy telah berubah menjadi era new wave marketing. Bila pada era pemasaran legacy terdapat 9 elemen pemasaran, maka pada era ini elemen tersebut bergeser menjadi 12 Cs of New Wave Marketing [1].
Studi ini akan mengeksplorasi manfaat Sistem Manajemen Konten WordPress dalam perannya sebagai Internet Web Platform yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk membangun konektifitas dengan pelanggan dan komunitas dengan didukung suatu plugin Jejaring Sosial Mingle untuk memfasilitasi terbangunnya konektifitas dengan komunitasnya.
1.2.Tujuan
Studi ini dilakukan untuk menghasilkan kajian tentang sistem manajemen konten WordPress dan sistem jejaring sosial Mingle sebagai alat penunjang bagi perusahaan dalam menjalankan kegiatan pemasaran dan performa bisnisnya pada era New Wave Marketing yang mensyaratkan kemampuan konektifitas perusahaan dengan pelanggan dan komunitasnya.
2. Digital Marketing
2.1. Abad Partisipasi dan Pemasaran Kolaborasi
Situs web merupakan pusat perkembangan dari lingkungan pemasaran digital (digital marketing). Situs web merupakan representasi perusahan atau personal dalam berhubungan dengan pelanggan atau penggemarnya. Situs web mampu menyajikan informasi mengenai perusahaan secara lengkap, baik dengan tulisan, gambar, video, suara mapun animasi. Satu kelemahan dari situs web adalah ia tidak dapat memberikan pengalaman nyata bagi konsumen untuk menyentuh dan memegang obyek yang tertayang di dalamnya. Digital marketing adalah fondasi pemasaran di masa depan [2].
Lompatan kemajuan teknologi yang mendorong pesatnya perubahan di abad 21 ini dapat ditelusuri dengan melihat dampaknya terhadap konsumen, pasar dan pemasaran. Marketing 1.0 diawali dengan perkembangan teknologi yang mendorong terjadinya Revolusi Industri. Marketing 2.0 hadir karena didorong kemajuan teknologi informasi dan Internet dan saat ini Marketing 3.0 lahir karena didorong oleh gelombang teknologi baru yang ditandai dengan hadirnya perangkat komputer dan perangkat komunikasi bergerak dengan harga murah, akses Internet yang semakin luas dengan biaya yang semakin terjangkau serta tersedianya perangkat lunak open source. Kehadiran ketiganya telah memudahkan orang untuk saling terhubung dan berkolaborasi satu sama lain [3].
Paper ini dipresentasikan pada Seminar Nasional Teknologi Informasi & Komunikasi Terapan Semantik di Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Tahun 2011.
Ciputra Quantum Leap as Cooperative Driving Engine in Indonesia
Ciputra Quantum Leap as Cooperative Driving Engine in Indonesia
Titus Permadi Setiawan
Fakultas Ekonomi Jurusan International Business Management
Universitas Ciputra Surabaya
Jl. UC Town, Citraland 60216, Surabaya
Abstract: In state law (UUD 1945), the economic system that was chosen to achieve the Indonesian’s economic goals is cooperative (KOPERASI). In the course of 60 years, the cooperative has not seemed to appear as a major player in the Indonesian economy in the nation’s participation to answer the problem of poverty and unemployment. On the other hand, the conception of entrepreneurship as a creative and innovative solutions in running economic enterprises (businesses) are able to significantly alleviate poverty and reduce unemployment to a certain extent. This study initiated the possibility of applying the conception of entrepreneurship to encourage the acceleration of the performance of cooperative businesses in Indonesia.
Keywords: cooperative, entrepreneurship, business, poverty, unemployement
1. Background
Indonesian Cooperatives Condition Period 2005-2010
Role of Small and Medium Enterprises Sector on National Economy. Small and Medium Enterprises Sector (SMEs) have been able to demonstrate the performance of a relatively more powerful in tackling a long period of crisis. The contribution of this sector in the national economy is quite significant. In 2008 the number of SMEs registered 51.6 million units or 99.99% of the overall economy of existing business units, with the employment rate of 90.8 million people or a total of 97.1% of the total workforce. Based on its contribution to Gross Domestic Product (GDP), SMEs recorded a number of Rp. 2,609,360.1 billion or 55.56 percent. These data indicate that up to now SMEs are the driving force for national economic growth, even though their average productivity is still relatively low.
Roles and opportunities for cooperation as a provider of venture capital. Credit and capital for SME development is often an obstacle, because SMEs are very limited ability to access credit or banking institution. The evidence suggests that SMEs in general have problems in meeting the various requirements to obtain credit which is usually measured by 5C, namely: character, capacity, capital, collateral, and condition. Among these 5C requirements, the 2C requirement difficult to meet are the capital and collaterall. Capital relating to the requirement to meet its capital adequacy ratio (CAR) for the borrower. This difficulty often faced by mainly small
Paper ini dipresentasikan dalam forum
International Conference on Management, Hospitality & Tourism, and Accounting – IMHA 2010
Knowledge Management, Corporate Sustainability & Services in Global Competition di Universitas Bina Nusantara – Jakarta
{Buku Baru} Ciputra Quantum Leap 2
IR CIPUTRA: Buku ini sangat istimewa bagi saya karena di dalamnya saya menuangkan segala keprihatinan, ekspektasi dan kiat yang saya rasakan dan ingin sekali bagikan ke sebanyak mungkin saudara-saudara setanah air, baik tua dan muda, dari Sabang hingga Merauke.
Saya berkata sebagai seorang sesepuh yang telah mengecap berbagai pengalaman di bumi Indonesia. Tahun ini puji Tuhan saya genap berusia 80 tahun, saya sehat dan masih bisa memberikan yang terbaik bagi orang-orang di sekitar saya, bangsa dan negara. Orang mungkin terus bertanya bagaimana agar selalu sehat dan panjang umur di usia seperti sekarang tetapi yang saya tahu hanyalah tidak membuat pikiran dan badan kita menganggur, tanpa melakukan sesuatu yang bernilai. Tetapi pada saat yang sama juga tidak mengabaikan pentingnya kesehatan dengan makan yang sehat dan beristirahat. Semudah itu.
Kembali tentang "Quantum Leap" yang saya garap bersama dengan Antonius Tanan dan Agung Bayu Waluyo, saya terdorong untuk menuangkan pemikiran saya dalam bentuk buku agar masyarakat Indonesia mengetahui keprihatinan saya.
Keprihatinan ini berkenaan dengan perubahan-perubahan yang bangsa besar ini saksikan dan alami sendiri secara langsung selama 5 dekade baik. Di kawasan Asia Tenggara, kita bisa ketahui betapa kita makin tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga kita. Negara-negara itu dahulu menimba ilmu dan berguru dari kita tetapi kini mereka melesat jauh di depan kita. Singapura dan Malaysia hanya 2 dari banyak negara yang telah mencapai banyak kemajuan. Dan kemajuan itu mereka capai berkat entrepreneurship.
Dahulu tahun 1960-an, saya saksikan bagaimana mereka mengirimkan guru-guru mereka ke Indonesia. Tingkat kesejahteraan dan perekonomian mereka juga tak lebih baik dari kita.
Sayangnya, dari waktu ke waktu semua itu bergeser. Kini Singapura berpendapatan per kapita 43.117 dollar AS per tahun, dan Malaysia 8.423 dollar AS per tahun. Indonesia harus rela terseok dengan 3.015 dollar AS per tahun. Angka yang sungguh terlampau rendah, mengingat betapa besarnya potensi yang bisa dikembangkan dalam berbagai bidang yang kita miliki di sini.
Dengan ditulisnya "Quantum Leap 2" ini, saya amat berharap akan muncul kesadaran yang semakin tinggi dari berbagai kalangan di tanah air mengenai pentingnya entrepreneurship dalam pemberdayaan potensi bangsa besar ini.
Ada 4 kelompok yang kami harapkan bisa saling bekerjasama demi kemajuan bangsa, yaitu GABS (Government, Academician, Business, dan Society). "Government" mengacu pada pemerintahan dan jajaran birokrat yang berwenang, yang diharapkan bisa lebih ‘ramah’ terhadap gagasan-gagasan entrepreneurial yang dimiliki anak bangsa yang bisa dimanfaatkan untuk membuat pelayanan kepada masyarakat lebih efisien dan meningkatkan hajat hidup orang banyak. Kalangan "academician" diharapkan agar selalu bisa memupuk bakat-bakat entrepreneur dalam diri generasi muda. Hal ini hanya bisa dicapai jika mereka mengerti pentingnya entrepreneurship dalam pendidikan dan bagaimana mengajarkan entrepreneurship pada anak didik mereka. Kelompok bisnis juga akan dipacu untuk terus menumbuhkan usaha-usaha baru, menjalankan bisnis yang ada dengan cara-cara yang lebih inovatif, mengeluarkan gagasan-gagasan yang lebih kreatif dan mampu memberikan solusi nyata bagi masalah masyarakat. Dan terakhir, kalangan "society" diharap bisa berperan sebagai pendukung setia gerakan ini. (*/Akhlis)
www.ciputraentrepreneurship.com
Definisi Inovasi oleh UCEC
UCEC (Universitas Ciputra Entrepreneruship Center), mendefinisikan inovasi sebagai hasil kreativitas dalam ragam aspek bisnis yang disambut pasar atau publik (target audiences) sedemikian rupa hingga pasar atau publik tidak sanggup mengatakan tidak.
Sumber: Ciputra Quantum Leap 2: Kenapa & Bagaimana
Antonius Tanan

Cek Pulsa Operator Indonesia
Call Center dan Cek Pulsa
Telkomsel
Call Center :
Halo : 111
Simpati dan AS : 116
Cek Pulsa :
Halo, Simpati AS :
Cek pulsa dan Pemakian berjalan : *888#
*untuk Halo harus ketik HC ON ke 333
Cek Pemakaian Terakhir : *887#
Cek bonus : *889#
email : cs@telkomsel.co.id
*******************************************************
Indosat
Call Center :
Mentari : 222
IM3 : 300 (free) / 100 (400/call)
Star One : 111
Cek Pulsa :
Mentari : *555#
IM3 : *388#
Star One : *555#
email : icare@indosat.com, customer_service@indosat.com
*******************************************************
XL
Call Center :
Bebas : 817 (350/call)
Jempol : 817 (350/call)
Xplor : 817 (free)
Cek Pulsa :
Bebas : *123#
Jempol : *123#
Xplor : *108# (cek limit)
email : customerservice@xl.co.id
*******************************************************
Axis
Call Center : 838
Cek Pulsa : *888#
Cek Pemakaian Terakhir : *887#
Cek bonus : *889#
email : cs@axisworld.co.id
*******************************************************
Three
Call Center : 123 dan 0896-4-4000-123 dari operator lainnya
Cek Pulsa : *111*1#
email : 3Care@three.co.id
*******************************************************
Flexy
Call Center : 147
Cek Pulsa : 999#
*******************************************************
Fren
Call Center : 888
Cek Pulsa : 999
*******************************************************
Esia
Call Center : *999
Cek Pulsa : *555#
Sumber: http://wibby.wordpress.com/2008/04/19/call-center-dan-cek-pulsa-operator-indonesia/
Ciputra Quantum Leap Sebagai Mesin Pendorong Kemajuan Koperasi Indonesia
Abstract: In state law (UUD 1945), the economic system that was chosen to achieve the Indonesian’s economic goals is cooperative (KOPERASI). In the course of 60 years, the cooperative has not seemed to appear as a major player in the Indonesian economy in the nation’s participation to answer the problem of poverty and unemployment. On the other hand, the conception of entrepreneurship as a creative and innovative solutions in running economic enterprises (businesses) are able to significantly alleviate poverty and reduce unemployment to a certain extent. This study initiated the possibility of applying the conception of entrepreneurship to encourage the acceleration of the performance of cooperative businesses in Indonesia.
Keywords: cooperative, entrepreneurship, business, poverty, unemployement
Kondisi Perkoperasian Indonesia Periode Tahun 2005-2010
Peran Sektor Usaha Kecil dan Menengah Terhadap Perekonomian Nasional. Sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) telah mampu menunjukkan kinerja yang relatif lebih tangguh dalam menghadapi masa krisis yang panjang. Kontribusi sektor ini pada perekonomian nasional pun cukup signifikan. Pada tahun 2008 jumlah UKM tercatat 51,6 juta unit usaha atau 99,99 % dari keseluruhan unit usaha ekonomi yang ada, dengan tingkat penyerapan tenaga kerja sebanyak 90,8 juta orang atau sebesar 97,1% dari jumlah tenaga kerja yang ada. Ditinjau dari kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) UKM membukukan angka Rp. 2.609.360,1 milyar atau sebesar 55,56 persen. Data ini mengindikasikan bahwa sampai saat ini UKM merupakan motor penggerak bagi pertumbuhan ekonomi nasional, walaupun rata-rata produktivitasnya relatif masih rendah.
Peran dan peluang Koperasi sebagai penyedia modal usaha. Perkreditan dan permodalan bagi pengembangan UKM sering menjadi kendala, karena UKM sangat terbatas kemampuannya untuk mengakses lembaga perkreditan atau perbankan. Realitas menunjukkan bahwa UKM pada umumnya mengalami masalah dalam memenuhi berbagai persyaratan untuk mendapatkan kredit yang biasanya diukur dengan 5C, yaitu : character, capacity, capital, collateral, dan condition. Dari persyaratan 5C tersebut ada 2C yang sulit dipenuhi yaitu capital dan collaterall. Capital berkaitan dengan persyaratan untuk memenuhi capital adequacy ratio (CAR) bagi para peminjam. Kesulitan ini terutama sering dihadapi oleh para pemodal kecil. Sedangkan collateral berkaitan dengan penyediaan jaminan atau agunan tambahan bagi peminjam.
Untuk memperoleh paper ini, silahkan email ke permadi@orangehrm-indonesia.com atau download disini!
Menurut anda, untuk menjadi entrepreneur sukses apakah kita harus kuliah terlebih dahulu?
Menurut anda, untuk menjadi entrepreneur sukses apakah kita harus kuliah terlebih dahulu?
Ya. Menjadi entrepeneur adalah sebuah proses pembentukan diri. Melalui kuliah seorang kandidat entrepreneur akan menjalani lima tahapan yang saya sebut dengan:
Learning to become
Untuk menjadi (to become a person), seseorang harus mengawalinya langkahnya dengan belajar. Belajar untuk menjawab rasa ingin tahunya. Belajar menguji coba untuk mengenyangkan rasa ingin tahunya. Belajar mengumpulkan fakta-fakta dan bukti untuk mendukung dugaan, hipotesa bahkan keyakinannya. Belajar mengamati berbagai fenomena di sekitarnya untuk menemukan sebuah pola atau pun hukum-hukum yang berlaku berulang. Belajar bukan untuk sebuah angka di rapornya, namun belajar untuk melengkapi pikirannya dengan berbagai informasi sebagai bahan untuk menjawab rasa ingin tahu dan pertanyaan yang berjejal dalam pikirannya.
Belajar untuk mengubah perilakunya yang terjadi setelah menyadari kekeliruan-kekeliruan berpikir dan bertindak yang pernah dilakukannya. Belajar untuk mengubah dirinya di masa lalu dan di masa sekarang ini menjadi sosok idaman yang ia dambakan. Sebuah proses belajar yang dilandasi kesadaran untuk mengubah keadaan yang dimulai dengan mengubah dan membentuk dirinya sendiri. Sebuah proses belajar yang dilakoni berdasarkan pengertian bahwa perubahan nasibnya ke depan, bukan merupakan tanggungjawab orang lain, tapi hanya berada pada satu tangan, yaitu dirinya sendiri.
Sebuah indikasi seseorang yang telah belajar adalah bahwa ia menjawab pertanyaan dan rasa ingin tahunya dengan merujuk pada fakta, fenomena, informasi yang ia kumpulkan bahkan dari refleksi atas pengalaman pembelajaran yang ia alami.
Seseorang yang telah belajar akan mampu menyajikan fakta, mengurai kepadatan isi dan merangkum keanekaragaman. Seseorang yang telah belajar akan mampu merangkai opini sekaligus rajin mendengar dan menghargai pendapat dan sudut pandang orang lain.
Kuliah sendiri dapat dimengerti sebagai sebuah jalan untuk menjadi. Sebagai sebuah jalan untuk menjawab rasa ingin tahu dan proses untuk menjadi dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia dalam lingkungan belajarnya dan menjalani berbagai latihan untuk menggali pembelajaran dari pengalaman nyata yang dialaminya secara langsung.
Preparing to become
Selain itu untuk menjadi seorang entrepreneur, seseorang perlu menjalani proses persiapan. Mengapa ini perlu dilakukan? Karena proses persiapan adalah kunci bagi sebuah efektifitas, sebuah jaminan bagi tembakan yang kena sasaran, sebuah pukulan yang telak yang telah dipersiapkan dan sebuah momentum terbaik untuk memanfaatkan kesempatan.
Kuliah adalah sebuah kesempatan untuk mempersiapkan diri secara holistik bagi seseorang untuk menjadi entrepreneur yang sukses. Bukan saja kematangan berpikir yang diperoleh dari proses belajar, namun juga kedewasaan emosi dan kesantunan bersosialisasi serta pembentukan karakter yang merupakan corak pribadi yang khas yang kelak akan selalu menyertai dalam pembawaan dirinya dalam kiprah bisnis yang dihadapinya.
Beberapa hal dapat diselesaikan dengan kecerdasan, banyak hal dapat diselesaikan dengan uang, beberapa hal khusus hanya dapat diselesaikan dengan karakter dan integritas, beberapa lainnya diselesaikan dengan kelihaian. Menuju pada kemampuan efektif yang tiada tanding dan tak pernah kalah bertanding membutuhkan persiapan hingga mencapai taraf kesiapan yang maksimal yaitu berani, bertanggungjawab dan berbudaya.
Growing to become
Sisi yang lain dari kuliah adalah sebuah proses esensial yaitu bertumbuh secara pribadi. Banyak kelengkapan yang harus melekat pada sosok seorang entrepreneur sukses. Mulai dari kemampuan mencipta peluang, mengambil risiko terukur (dan terkendali) dan mencipta produk inovatif, hingga menyatu dengan berbagai karakter entrepreneurship adalah sebuah pertumbuhan pribadi yang harus diniati dan dilakoni oleh masing-masing pribadi. Tak ada orang lain yang dapat menggantikan kesempatan kita untuk bertumbuh secara pribadi.
Mempunyai kepemimpinan yang kuat dan wawasan etika yang luas merupakan tanggungjawab pribadi kita. Memahami kepemimpinan sebagai seni dan kedudukan merupakan kesempatan untuk bertumbuh secara pribadi. Senantiasa memiliki sikap positif dalam berbagai kadar kegentingan juga merupakan kesempatan berharga demi pertumbuhan pribadi kita. Melalui kuliah yang bernuansa entreprenuerial maka kesempatan ini hadir untuk kita alami, kita alami sehingga ketrampilannya kita kuasai dengan mahir.
Shifting to become
Menggeser posisi dalam permainan catur dapat menentukan menang atau kalah dalam permainan ini. Dalam buku 7 Habits of Highly Effective People, menggeser pola pikir dapat mengubah cara kita merespon situasi dan perubahan cara merespon situasi akan mengubah kadar dan manfaat hasil akhir yang kita dapatkan. Dalam konsep NLP mengubah pola penggunaan bahasa yang kita ucapkan, akan mengubah pemaknaan dan pemahaman kita dan pemilihan kata itu akan menentukan sumber daya internal yang kita akses dan menentukan jenis perilaku yang kita peragakan. Jenis perilaku yang kita peragakan akan menentukan hasil yang kita dapatkan sebagai konsekuensi logis atas tindakan tersebut. Salah satu tugas seorang entrepreneur adalah membangun citra yang positif dari masyarakat dan mitra bisnisnya. Ini hanya dapat kita peroleh bilamana kita rajin membenahi diri dan menggeser berbagai hal yang keliru dan belum kita miliki saat ini mulai dari pola pikir (mindset), sikap (attitude), kedewasaan (maturity), kemampuan mengelola, mengatur keuangan dan cashflow, memimpin dan mengoperasikan suatu bisnis.
Masa kuliah adalah masa yang penuh dengan kesempatan untuk kita dapat menggeser pola pikir, kebiasaan, kesopanan dalam bertutur kata, antusiasme dalam mendengarkan pendapat orang lain, melihat sudut pandang yang berbeda dengan sudut pandang kita sendiri. Kesempatan ini akan memperkaya pemahaman kita baik di tingkat pemikiran, kemampuan bersosialisasi bahkan taktik dan strategi kita dalam berbisnis.
Becoming
Setelah proses perkuliahan entreprenuerial yang lengkap dan ditunjang dengan pertumbuhan pribadi yang Anda pacu sendiri maka dari ke hari Anda telah menjadi sosok pribadi yang semakin lengkap dan siap menyandang predikat entrepreneur yang sukses.
Di dalam proses pembelajaran entrepreneurial semasa kuliah, Anda akan mengerti bagaimana membangkitkan imunitas mental diri Anda sendiri dalam menghadapi situasi kritis dan genting, mengulangi kembali proses dengan antusiasme yang tinggi atas hal-hal yang belum berjalan sesuai rencana, menanggapi kritik sebagai masukan berharga untuk membangun kualitas produk dan layanan Anda dan memanfaatkan lingkungan dan latihan dari kampus yang komprehensif untuk menunjang kemajuan Anda.
Selamat menjalani pendidikan entrepreneurial di Universitas Ciputra
Start with the understanding and awarenes to change the situation.
Make your decision, do your dicipline, reach your destiny.
Salam
Titus Permadi
Sumber pertanyaan:
http://www.facebook.com/home.php?sk=question&id=262091267139688&qa_ref=pt
Buku Baru “Survei Online, Panduan Praktis bagi Praktisi & Akademisi”
Penelitian merupakan sebuah kegiatan untuk menemukan jawaban atas suatu persoalan. Di dalam pelaksanaannya, penggunaan kuesioner untuk memperoleh data di lapangan merupakan kegiatan yang utama.
Dalam era Internet sekarang ini, dimungkinkan untuk melakukan survei secara online menggunakan software open source LimeSurvey. Software legal yang dapat diperoleh secara gratis ini sangat bermanfaat menunjang penelitian yang sedang dilakukan. Tampilannya yang cantik dengan berbagai pilihan template, juga pengoperasian yang user-friendly menjadikannya sebuah software pendamping ideal bagi para peneliti dan praktisi.
LimeSurvey ini sangat bermanfaat bagi manajer pemasaran untuk meneliti persepsi konsumen terhadap suatu merek. Bagi mahasiswa, LimeSurvey sangat membantu dalam menyusun tugas akhir skripsi. Bagi para politisi, dapat digunakan untuk mengetahui pendapat publik tentang program-program kerja yang dilakukannya. Dengan membaca buku ini, Anda dapat membuat survei online untuk penelitian Anda.
Materi di dalamnya antara lain: - Bagaimana menggunakan LimeSurvey secara online - Elemen dasar survei - Menu navigasi administrasi survei - Merancang kuesioner - Menghias halaman depan survei - Membuat email undangan, konfirmasi, dan ucapan terima kasih - Mengimpor struktur survei - Contoh-contoh membuat survei online - Membuat laporan statistik hasil penelitian
Setelah selesai mengerjakan contoh yang diberikan, maka Anda dapat membuat berbagai macam survei online untuk berbagai keperluan penelitian Anda.